Cara Membedakan Website Palsu

Cara Membedakan Website Palsu Untuk Menghindari Penipuan

Website palsu atau penipuan sering kali meresahkan karena dapat mencuri informasi serta data anda untuk disalahgunakan, seperti untuk tindak kejahatan. Di zaman yang semakin canggih ini, ada banyak cara baru untuk mencuri data pengunjung website. Dengan begitu, banyak kerugian yang dialami pengguna internet dan sosial media. Tidak sedikit penulis menemui website palsu yang secara persis meniru website asli, mulai dari nama, desain, hingga isi content yang ditulis. Di sini kami ingin memberikan tips atau cara membedakan website palsu agar anda tidak tertipu. Yuk intip ulasannya di bawah ini!

Cara Mengetahui Website Penipuan

Cek Nama Website Serta Domainnya

Suatu web, terutama yang besar memiliki nama yang sangat unik dan sering dikunjungi oleh banyak orang. Insiden typo sering kali dilakukan oleh warganet, tetapi tetap masuk ke web yang bersangkutan (website palsu). Hal ini salah satu metode baru dalam pencurian data, sehingga anda tidak sadar telah memasukkan data penting ke web yang palsu. Pengelola web telah membuat desain web yang mirip dengan aslinya, meskipun anda telah typo menuliskan alamat lamannya.

Biasanya Menggunakan Domain Gratisan

Untuk bisa memiliki sebuah nama domain dalam kurun waktu yang panjang, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan. Oleh sebab itu, banyak penipu yang memilih untuk memakai domain gratis seperti Blogspot, WordPress gratisan, dan Weebly agar tidak perlu mengeluarkan biaya. Domain yang gratis tidak perlu mendaftarkan KTP, SIUP, NPWP, seperti domain berekstensi .id atau .co.id, sehingga proses untuk pembuatannya lebih cepat dan mudah.

Domain Berbayar Pun Belum Tentu Asli

Saat ini, beberapa domain berbayar yang populer seperti .com dapat dimiliki dengan harga yang relatif terjangkau. Hal ini cukup menguntungkan untuk para pelaku kejahatan di dunia maya. Berbekal uang yang sedikit, si penipu sudah memperoleh suatu website untuk melancarkan aksinya. Oleh sebab itu, para pengunjung web harus lebih berhati-hati saat membaca suatu content. Pastikan selalu memeriksan keabsahan isi konten, terutama isi halaman yang memberi tawaran menggiurkan untuk para pengunjung. Jadi meskipun mereka menggunakan domain berbayar, belum tentu website tersebut asli.

Baca juga: 6 Jenis Ekstensi Domain yang sering Dipakai.

Perhatikan Root Domain

Nah masih soal domain, root domain ini beberapa kali cukup mencemaskan, sebab banyak pengunjung website yang kurang mengerti akan hal yang satu ini. Karena dengan root domain, si penipu dapat membuat banyak website hanya dengan membeli 1 domain saja. Contoh root domain kurang lebih sama seperti domain gratisan, misal rootdomain.namadomain.com. Apabila menemui root domain yang seperti ini, jangan langsung anda percayai. Terlebih dahulu buka domain tersebut dan selalu pastikan isi content dari website tersebut.

Domain Tidak Besertifikat SSL

Pertanyaan ini yang sering kali muncul dan ditanyakan oleh beberapa orang yang sering berselancar di dunia maya. Beberapa kali web yang menawarkan hadiah  yang menggiurkan hanya mnggunakan HTTP, sehingga anda wajib untuk waspada dan curiga. Domain yang bersertifikat SSL dapat diakses melalui HTTPS. Huruf S tersebut berarti Secure atau berarti web telah dilengkapi dengan keamanan yang baik. Pada browser telah ditandai dengan logo gembok, sehingga data yang anda masukkan telah dienkripsi dan dapat dipercaya untuk masalah keamanan. Bisanya website palsu atau website penipuan tidak menggunakan SSL, karena untuk dapat menggunakan SSL ada biaya lagi yang harus dikeluarkan. Namun seiring perkembangan zaman, saat ini SSL gratisan pun sudah mudah didapat. Jadi meskipun sudah dapat diakses menggunakan HTTPS, anda harus tetap waspada!

Perhatikan Desain Website

Website resmi suatu perusahaan tentunya memiliki desain yang profesional serta memiliki halaman-halaman penting yang bisa anda akses. Biasanya website tersebut terkelola dengan baik sehingga selalu memiliki content yang up to date. Namun di era sekarang ini si penipu pun sudah semakin pandai. Penulis pernah melihat website palsu suatu bank nasional dengan desain yang sangat mirip dengan website aslinya. Namun jika diperhatikan dengan detail, tetap ada perbedaan-perbedaan yang dapat penulis lihat, misal logo bank tersebut. Jadi kuncinya jangan malas berlama-lama dalam suatu halaman untuk memastikan apakah web tersebut adalah benar-benar web resmi perusahaan. Jangan sepelekan point cara membedakan website palsu yang satu ini.

Lihat Content Websitenya

Banyak website penipuan  yang hanya memiliki content ala kadarnya dan tidak pernah di update. Dan biasanya hanya terdepat informasi-informasi soal hadiah menggiurkan yang bisa anda dapat, jika anda mengikuti instruksi di dalamnya. Misalnya anda akan mendapatkan hadiah jika anda mengisi sebuah form yang di dalamnya mengharuskan anda mengisi data pribadi. Website-website seperti ini sangat mudah untuk diklasifikasikan sebagai website penipuan. Namun lain halnya dengan website palsu atau website tiruan. Website palsu biasanya mengcopy habis website aslinya, termasuk isi content di dalamnya. Dengan begitu akan lebih sulit untuk dibedakan oleh pengunjung. Tetapi pasti ada saja hal-hal janggal yang bisa anda bedakan jika anda memperhatikannya dengan seksama.

Pastikan alamat di website tersebut, pastikan nomor telepon yang tercantum, jika menurut anda janggal, maka jangan pernah mengisi data apa pun di dalamnya. Memastikan keamanan suatu web sangatlah penting, terutama saat anda diminta untuk mengisi data pribadi di halaman terakhir. Biasanya halaman yang terpercaya menambahkan link atau logo yang mengacu pada sistem keamanan. Sehingga di bagian footer anda akan menemukan link serupa yang menjamin keamanan data pengunjung (belum tentu semuanya sama).

Baca juga: Kriteria Desain Website yang Baik Bagi Pengunjung.

Itu lah beberapa tips atau cara membedakan website palsu yang bisa anda gunakan sebagai acuan. Inti dari semuanya, bahwa kita selaku warganet memang diharuskan selalu waspada sebelum mengisi data pribadi apalagi yang menyangkut data penting seperti kartu kredit dll. Dan jika anda menemukan website penipuan ataupun website palsu, anda bisa saja melaporkannya kepada Kominfo melalui halaman https://trustpositif.kominfo.go.id agar website tersebut dapat diblokir secara permanen, semoga bermanfaat…

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top